Pages

Popular Posts Minggu ini

Latest Post

PKS Sulsel Amankan 63 Kursi DPRD Kabupaten/Kota

Written By PKS Padang Panjang on Thursday, April 24, 2014 | 11:58

MAKASSAR - Berdasarkan pleno KPUD Kabupaten/Kota se Sulawesi Selatan, Partai Keadilan Sejahtera mengamankan 63 kursi DPRD Kabupaten/kota di Sulsel. Perolehan kursi itu naik signifikan dibandingkan pemilu 2009 lalu yang hanya mendapat 48 kursi.

Partai bernomor urut 3 itu berhasil pecah telur di beberapa daerah di Sulsel, diantaranya kota Palopo, Bulukumba dan Selayar. Palopo mendapat 1 kursi, Bulukumba dan Selayar masing-masing mendapatkan 3 kursi.

PKS Sulsel juga berhasil merebut 4 kursi pimpinan DPRD diantaranya Sidrap, Takalar, Bantaeng dan Pinrang. Bahkan Bantaeng dan Pinrang merebut posisi ketua DPRD dengan menjadi pemenang di daerah tersebut. [pksmakassar]

Sudah Dilobi Prabowo, PKS Putuskan Kawan Koalisi 27 April



 
JAKARTA - Prabowo Subianto sudah melobi PKS berbicara soal koalisi. Prabowo dan Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin pun sudah bertemu di Bandung. Lalu kira-kira apa hasil yang dicapai, akankah PKS berkoalisi dengan Gerindra?

"Ini baru komunikasi," kata Anggota Majelis Syuro PKS Tifatul Sembiring saat berbincang dengan detikcom, Kamis (24/4/2014).

Tifatul menjelaskan, beberapa kali komunikasi sudah dilakukan, namun keputusan final belum diambil. PKS baru akan memberi keputusan pada 27 April dalam rapat Majelis Syuro di Kantor DPP PKS.

"Nanti semua anggota majelis syuro berkumpul. Baru akan dibicarakan," terang dia.

Menurut dia, sebelum 27 April semua baru sebatas komunikasi semata. "Baru menjajaki," terang Tifatul yang kini menjabat Menkominfo. [detik]

Tifatul Sembiring Lolos Ke Senayan


Menkominfo Tifatul Sembiring dipastikan lolos ke Senayan. Mantan Presiden PKS ini kembali melenggang ke Senayan dari Dapil Sumut I bersama beberapa nama beken yang lain seperti Ruhut Sitompul dari Demokrat dan Meutya Hafid dari Golkar.

Berikut Calon Anggota Legislatif Caleg DPR Pusat Daerah Pemilihan Dapil Sumatera Utara I yang Lolos, seperti dilansir dari JPNN:

Anggota DPR  Periode 2014-2019 Dapil Sumut I

Dapil Sumut 1 Meliputi: Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kota Tebing Tinggi.
Jatah Kursi: 10 Kursi.

1. Leo Nababan (Golkar)
2. Meutya Hafid (Golkar)
3. Irmadi Lubis (PDIP)
4. Sofyan Tan (PDIP)
5. Tifatul Sembiring (PKS)
6. Ruhut Sitompul (Demokrat)
7. HR Muh. Syafi’i / Posma Sitompul (Gerindra)
8. Prananda Surya Paloh (Nasdem)
9. Nurdin Tampubolon (Hanura)
10. Hasrul Azwar (PPP)
 
http://www.pkspiyungan.org/2014/04/tifatul-sembiring-lolos-ke-senayan.html

"Nostalgia Indah Waktu Mahasiswa Bersama Anis Matta" by @Fahrihamzah

Twit @Fahrihamzah
(Kamis waktu sahur, 24/4/2014)


Sahur nasi kapau di Senen....bersama @anismatta dan @A_Zainuddin


Tanpa wartawan..modal jempol..“@Andieka_dieka: @Fahrihamzah keren pak  Blusukannya subuh-subuh haha :D”

Daerah Senen dan Salemba menyimpan nostalgia bagi kami...di situ UI dan LIPIA terletak...masa2 indah...

Saya kuliah di FEUI Salemba dan @anismatta serta @A_Zainuddin kuliah di LIPIA...juga Salemba..

Tidak seangkatan tapi sering jumpa...saya kos di Paseban dan lama di asrama masjid ARH...

Sampai FEUI pindah ke Depok saya masih kos setahun di Paseban...lalu pindah ke Kober...Depok sampai wisuda.

Rasanya kuliah baru kemarin...memang baru 16 tahun...setelah reformasi kami semua masuk politik...

Dulu daerah Senen- Salemba - Paseban - Matraman -utan kayu adalah daerah jajahan utama..hehe..

Bangun sebelum subuh waktu bujang mencari sahur nikmatnya luar biasa....masih terasa..

Kenikmatan bertambah saat Ramadhan datang...subhanallah...nikmatnya masa2 muda..

Saya masuk FEUI tahun 1992...@anismatta lulus LIPIA tahun itu..dan 1991 @A_Zainuddin lulus duluan..

Sementara @anismatta sudah sering menjadi narasumber kami di UI reguler sambil mengajar di program Extension..

Tahun 1997 setelah menikah dengan mahasiswa kedokteran FKUI saya menjadi tetangga @anismatta ..

Sebagai tetangga dan sama2 mengajar di program Extension kami mengambil S2 di MPKP UI..

MPKP adalah magister perencanaan dan kebijakan publik...program baru yang dipimpin Dr. Sri Mulyani.

Akhir 1997 gelombang demonstrasi datang...kuliah kami tinggal dan ikut merancang demonstrasi...

Saya pergi ke malang ikut Muktamar FSLDK yang kemudian deklarasikan KAMMI...@anismatta juga ceramah di situ.

KAMMI terbentuk dan saya semakin sibuk. Kuliah kami tinggal total. S2 kami batal...kami kuliah di jalanan...

Setelah Soeharto jatuh, @anismatta bersama teman2 mengkonsep pendirian partai politik...

Kami kemudian menjadi deklarator Partai Keadilan..(@anismatta No 2 dari kiri, sy paling kanan)


Ini Iseng2 nostalgia jelang subuh menemani sahur Anda...barakallah...


*sumber: https://twitter.com/Fahrihamzah

Kursi Dewan Tak Dapat, Kursi Pelaminan pun Jadi


Banda Aceh – Adalah Arida Sahputra caleg DPRK dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Banda Aceh dapil 2 dengan nomor urut 5 yang bertarung pada pesta demokrasi 9 April lalu melangsungkan pernikahan dengan Nur Husna. Pernikahan ini dilaksanakan 4 hari setelah hari pencoblosan, tanggal 13/4/2014 yang lalu.

Banyak sahabat dan masyarakat yang terkejut sekaligus kagum dengan pernikahan yang dilaksakan pada situasi genting dimana penghitungan suara masih digelar. Dari hasil Quick Count PKS Banda Aceh, caleg yang juga ketua DPC PKS Kuta Alam Banda Aceh ini memang masih belum cukup suara untuk duduk di kursi anggota dewan.

Ucapan selamat, apresiasi dan candaan dari sahabat-sahabat terus mengalir. Menerima berbagai respons dari sahabat dan masyarakat sekitarnya Bang Arida ini hanya santai dan tersenyum.

“Ini bukan karena gagal jadi anggota dewan ya. Pernikahan ini memang sudah direncanakan. Alhamdulillah, meskipun masih ditengah suasana hangatnya pemilu acara pernikahan ini berjalan khidmat dan lancar,” tandas Arida dengan senyum sumringahnya.

Sesuai dengan harapan Presiden PKS Anis Matta yang menyampaikan doanya saat berada di taman jomblo Kota Bandung bahwa setelah pelaksanaan pesta demokrasi semoga ada banyak para jomblo yang melangsungkan pesta pernikahan.

Siapa lagi yang mau nyusul? yuks :) 



*by @DCHabibillah
http://www.pkspiyungan.org/2014/04/kursi-dewan-tak-dapat-kursi-pelaminan.html

Fahri Hamzah: Kalau Partai Islam Dibilang Tak Nasionalis Itu 'Ngawur'

Written By PKS Padang Panjang on Wednesday, April 23, 2014 | 23:35


JAKARTA -- Wakil Sekretaris Jendral Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah mengkritik wacana kontestasi partai Islam dengan nasionalis yang sering disampaikan para pengamat politik. Menurutnya wacana itu mengesankan partai Islam tidak memiliki visi nasionalis.

"Islam bukan versus nasionalis. Kalau ada partai Islam dibilang tidak nasionalis itu ngawur," kata Fahri dalam diskusi "Persaingan Menuju Istana Poros Nasionalis Vs Islam" di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (23/4).

Fahri mengatakan partai-partai berbasis massa Islam sering diperlakukan tidak adil oleh para pengamat. Dia mencontohkan apabila ada oknum kader partai Islam yang korupsi, maka para pengamat langsung menuding bahwa hal itu merupakan tanda kebangkrutan ideologi partai Islam. Sementar di sisi lain, apabila ada oknum partai beraliran nasional korupsi, tidak ada pengamat politik yang mengaitkannya dengan ideologi.

"Kalau partai Islam bermasalah dihukum dengan istilah kebangrutan ideologi dan agama. Tapi kalau partai nasionalis tidak begitu," ujar anggota Komisi III DPRRI ini.

Pertarungan wacana pemilu presiden (pilpres) 2014 harus dilepaskan dari label-label agama dan nasional. Fahri mengatakan sudah saatnya pertarungan pilpres 2014 dikayakan dengan pertarungan ide dari masing-masing capres. Dengan begitu menurut Fahri, pemerintahan yang terbentuk bisa berjalan efektif.

"Di Indonesia ini tidak pernah ada perdebatan ide. Makanya kita kebingungan menentukan platform. Kita tidak bisa membedakan ide Jokowi dengan ide Prabowo dan Ical," kata Fahri. [ROL]

Gagal, Caleg PKS ini 'Gila'

Salah seorang caleg PKS kota Banjarmasin dengan nomor urut 8 yang dalam pileg 9 April 2014 kemarin gagal karena mendapat suara yang tipis menjadi tambah 'gila' kerja.

Adalah Ibu Rusdiana warga Banjarmasin beralamat di jalan Prona III Gg Kenanga yang akan mengadakan walimahan putranya yang ke 2 ini mendapatkan bantuan dari caleg PKS 'gagal' ini. Ahad 20 April kemarin Caleg 'gagal' ini membantu Ibu Rusdiana dengan memberikan ber dus-dus air mineral.

“Terimakasih pak, lah ulun katuju banar lawan PKS kada bapandir haja bisanya”, cetus bu rusdiana (maksudnya “terimakasih pak, saya sangat senang sekali dengan PKS, tidak cuma bisa bicara saja”)

Inilah salah satu yang membuat PKS berbeda dengan partai yang lainnya. Para kader-kadernya senantiasa melakukan layanan dan kegiatan sosial lainnya kepada masyarakat yang memerlukannya. Para kader senantiasa berdialog dan bersilaturrahmi secara langsung kepada masyarakat.

Karena hakekat dari kerja-kerja para kader PKS tersebut adalah berlandaskan lillahi ta’ala, hanya mengharapkan Ridho dari Allah SWT sehingga tak ada pengaruhnya bagi kader tentang hasil suara pemilu, terpilih atau tidak terpilihnya mereka tidak akan mengurangi atau bahkan berhenti untuk melayani masyarakat. [PKSPiyungan]

Ketua Dewan Syariah PKS Gorontalo Terpilih Sebagai Senator DPD RI


H. Abdurrahman Abubakar Bahmid, Lc atau yang akrap disapa Ust Bahmid berhasil lolos ke Senayan merebut satu diantara empat kursi DPD RI mewakili propinsi Gorontalo.

Berdasarkan real count berbagai sumber, Ketua Dewan Syariah DPW PKS Gorontalo ini sudah bisa dipastikan melenggang menuju senayan dengan perolehan suara yang memuaskan.

Berikut ini perolehan suara 4 besar DPD RI Propinsi Gorontalo yang dikutip dari Gorontalo Post edisi Selasa 22 April 2014: (1) Hana Hasanah Fadel Mohamad 181.437, (2) Rahmijati Yahya 173. 000, (3) Ust Bahmid 43.161 dan (4) Dewi Sartika Hemeto 27.456.

Awalnya banyak kalangan yang pesimis dengan pencalonan Ust Bahmid di DPD karena harus bersaing dengan 17 tokoh Gorontalo yang lebih dahulu populer dan memiliki dukungan dana yang besar. Di lain sisi Ust Bahmid yang sehari-hari berkantor di DPRD Provinsi ini telah terbukti kalah bersaing  dalam pilwako sebelumnya sehingga tidak mungkin mendapat dukungan suara yang besar dari masyarakat.  

Siapa yang menyangka dengan izin Allah, hanya dengan  bermodalkan tekad yang kuat disertai kerja keras para kader beliau berhasil menjadi senator mewakili propinsi ke-32 Indonesia ini.

Salah satu pelajaran yang bisa diambil, bahwa gagal bukan berarti jatuh dan hancur, akan tetapi boleh jadi ada rencana Allah yang lebih besar di waktu mendatang. Mungkin banyak caleg yang gagal saat ini, atau yang sementara duduk di dewan tidak dapat melanjutkan lagi diperiode mendatang, secara manusiawi pasti sedih, tapi sebagai orang yang beriman yakinlah  ada rencana Allah yang lebih baik.

Semoga kehadiran Ust Bahmid di senayan nanti dapat memberikan konstribusi lebih besar lagi untuk kepentingan rakyat Gorontalo khususnya dan Indonesia pada umumnya.

*By: Abu Dzaky
 
http://www.pkspiyungan.org/2014/04/ketua-dewan-syariah-pks-gorontalo.html

Reaksi Ketua PKS Makassar Setelah Tahu tak Lolos ke Parlemen

TIGA kali menjadi calon anggota legislatif (caleg), tiga kali pula Hasan Hamido gagal melenggang ke gedung wakil rakyat. Kendati belum beruntung, namun Ketua DPD PKS Makassar ini menerima hasil pemilu dengan lapang dada.

Pada pemilu kali ini, Hasan tak lolos bertarung merebut kursi DPRD Makassar melalui daerah pemilihan Makassar 3 (Tamalanrea, Biringkanaya). Dia bernomor urut satu disalip caleg nomor urut dua dari PKS, Muhammad Iqbal (petahana). PKS mendapat jatah satu kursi dari daerah pemilihan ini.

"Iqbal Jalil lebih unggul suaranya 23 dari Hasan Hamido. Jadi yg mewakili PKS adalah Iqbal Jalil. Semoga semua usaha kita mendapat balasan yg lebih baik disisi Allah Swt," tulis Hasan melalui akunnya pada Facebook, Selasa (22/4/2014), sekitar pukul 09.00 wita, demikian diberitakan tribunnews.com.

Dia menulis demikian mengomentari unggahan foto perolehan suara caleg yang memenuhi syarat untuk lolos menjadi anggota DPRD Makassar.

Melihat perolehan suaranya lebih rendah ketimbang Iqbal, Hasan mengaku tak mempersoalkan. Kata dia, "Bagi kami di PKS, tak masalah. Keputusan bagaimanapun diterima asal bukan kecurangan. Ini yang membedakan PKS dengan partai lain." [PKSPiyungan]

Kementan Galakkan Urban Farming dengan Medium Pot


Bekasi - Penanaman hortikultura dalam medium pot di lingkungan perkotaan atau urban farming merupakan salah satu upaya Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mengantisipasi kebutuhan akan cabai rawit merah menjelang bulan Ramadhan.

"Yang mengkhawatirkan itu bulan Ramadhan, oleh karena itu kita galakkan gerakan ini (urban farming)," kata Menteri Pertanian (Mentan) Suswono saat sosialisasi di Kelurahan Margahayu, Bekasi, Selasa (22/4).

Dalam sosialisasi tersebut juga hadir Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi, Walikota Bekasi Rahmat Effendi serta warga masyarakat setempat.

Suswono berharap dengan adanya gerakan tanam cabai dalam pot tersebut bisa memenuhi paling tidak kebutuhan rumah tangga secara mandiri.

"Gerakan ini baru akan panen dua sampai tiga bulan ke depan, artinya kita setiap saat petani bisa memetik cabai, kalau dia bisa merawat dengan baik, tidak perlu membeli cabai hingga satu tahun ke depan," katanya.

Mentan mengatakan cabai rawit merah merupakan komoditas yang harganya fluktuatif, padahal kebutuhannya hanya 15% dari keseluruhan produksi, yakni 1,72 juta ton pada 2013.

 "Karena harganya yang fluktuatif itu lah, mempengaruhi ke harga jenis cabai lain," katanya.

Suswono mengatakan meskipun sekarang ini harga cabai sedang turun karena produksi melimpah, ketersediaan cabai tetap harus dijamin.

Sumber: http://medanbisnisdaily.com

Pemprov Jabar Negerikan Enam Perguruan Tinggi Swasta di Jabar


Bandung — Kesempatan untuk mengenyam pendidikan di lingkungan perguruan tinggi negeri (PTN) bagi pelajar di Jabar, semakin terbuka. Pasalnya, pada 2014, Pemprov Jabar memproses enam perguruan tinggi swasta (PTS) menjadi PTN. Keenam PTS yang dinegerikan tersebut, adalah Universitas Siliwangi (Unsil), Poltek Negeri Subang, Unsikar Karawang, IPB luar domisili di Sukabumi, Unpad luar domisili di Subang, dan Unswagati Cirebon. "Tiga PTS, pada 2 April lalu sudah diresmikan jadi negeri. Insya Allah ke depan beberapa PTS akan di PTN-kan lagi," ujar Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, usai Rapat Pimpinan, Selasa (22/4).

Heryawan menjelaskan, pada 2 April lalu, sudah diresmikan Unsil dan Poltek Subang menjadi negeri. Dalam waktu dekat, Unsikar Karawang yang akan diresmikan akhir Mei ini, menjadi negeri. Insya Allah ke depan beberapa PTS akan di PTN-kan lagi. Berikutnya, IPB di luar domisili akan dibuat di Sukabumi. Lalu, Unpad di luar domisili di Subang yang lahannya sudah tersedia sekitar 30 hektare. "Unpad Subang, 30 hektare sudah disanggupi. Termasuk, politeknik mereka juga siap lahannya," katanya.

Heryawan berharap, pembebasan lahan Unswagati juga bisa lancar. Sehingga, Mei bisa diresmikan menjadi PTN. Dikatakanya, proses penegerian Unswagati, memang mengalami kesulitan karena pengadaan lahannya yang tak mudah. "Agak sulit memang untuk pengadaan lahan 30 hektarenya," katanya. Saat ditanya tentang target partisipasi masyarakat yang mengakses perguruan tinggi, Heryawan mengatakan, dengan di-PTN-kannya enam PTS tersebut, tentu Pemprov Jabar berharap bisa meningkatkan tingkat partisipasinya. Namun, harus dihitung dengan pasti peningkatannya berapa persen. "Ya, positifnya negeri bisa hadir dimana-mana. Pemerintah akan hadir dimana-mana," katanya.

Heryawan mengatakan, dengan penegerian tersebut maka masyarakat di kawasan Cirebon, Sukabumi, Cianjur, Subang, akan terwakili. Sumber daya manusia pun, akan terdorong maju. "Keuntunganya, swasta akan lebih maju kalau dinegerikan kan dapat anggaran pemerintah," katanya. (Arie Lukihardianti/ed: agus yulianto)

Sumber: Harian Republika pada Rabu, 23 April 2014

Jumlah Kursi Naik Drastis, PKS Ucapkan Terima Kasih Kepada Warga Jateng


Semarang (23/4) – Jajaran struktur, kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa tengah (Jateng) dalam kondisi yang sukacita, mengingat target perolehan suara dan kursi DPRD Kabupaten/Kota yang meningkat pada Pemilu 2014 ini. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Umum (Sekum) DPW PKS Jateng, Ahmadi yang menyebut bahwa PKS bisa merebut kursi di semua daerah di Jateng.

Menurut Ahmadi, beberapa daerah yang dulunya belum ada aleg dari PKS, pada Pemilu tahun ini dapat terisi, seperti di Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Pekalongan. “Alhamdulillah meningkat 10 persen, dari 120 kursi pada 2009 menjadi 133 aleg, dan ini patut kita syukuri,” kata Ahmadi baru-baru ini di Semarang, Jateng.

Lebih lanjut Ahmadi mengungkapkan bahwa hampir di semua daerah di Jateng, rata-rata kursi PKS naik, seperti di Kudus, Grobogan, Temanggung dan Brebes.

“Di Kudus kita naik dari yang semula satu kursi menjadi empat kursi, kemudian di Grobogan kita naik dari 2 menjadi 3, sedangkan di Temanggung kita memperoleh 3 kursi dari yang semula hanya satu kursi, pun demikian di Brebes yang naik dari 5 menjadi 6 kursi,” jelas pria yang juga terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi dari daerah pemilihan I Jateng yang meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga dan Kabupaten Kendal ini.

Fenomena kenaikan kursi PKS di Jateng ini, imbuh Ahmadi, adalah wujud kepercayaan masyarakat kepada PKS yang selama ini diprediksi suaranya akan turun drastis. “Kami atas nama PKS mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Jateng yang memberikan kepercayaan untuk mengemban amanah menjadi wakil, semoga dapat melaksanakan dengan sebaik-baiknya demi Jateng yang semakin sejahtera,” paparnya.

Seperti diketahui, dari data yang diperoleh dari KPU di masing-masing kota dan kabupaten se-Jateng, jumlah kursi dari PKS menunjukkan kenaikan yang drastis. Di Kota Semarang, PKS mendapatkan 6 kursi, untuk Kabupaten Semarang, PKS mendapatkan 5 kursi, kota Salatiga 4 kursi. Sementara di wilayah Pantura Jateng, di Kendal 4 kursi, Batang 2 kursi, Kota Pekalongan 3 kursi, kabupaten Pekalongan 1 kursi, Tegal 3, Kabupaten Tegal 3 kursi, dan Brebes 6 kursi.

Sementara itu untuk wilayah karesidenan Pati, PKS mendapatkan 4 kursi di Demak, Jepara 2 kursi, Grobogan 3 kursi, Blora 5 kursi, Rembang 1 kursi, Kudus 4 kursi dan Pati 5 kursi.

Untuk wilayah Solo dan sekitarnya, rinciannya adalah 5 kursi PKS di Solo, Karanganyar 6 kursi, Boyolali 4 kursi, Sragen 6 kursi, Sukoharjo 1 kursi, dan Wonogiri mendapatkan 6 kursi.

Sedangkan untuk wilayah ngapak, rincian perolehan kursinya adalah Kabupaten Magelang 3, kota Magelang 3 kursi, Purworejo 3 kursi, Purworejo 4 kursi, Wonosobo 1 kursi, Temanggung 3 kursi, Banjarnegara 5, Purbalingga 5, Kebumen 3, Cilacap 3 dan Banyumas 4 kursi.

www.pks.or.id

Menteri Sosial: Mari Ramai-ramai Keroyok Kemiskinan


Kemiskinan di Indonesia menjadi-jadi. Tahun 2013 lalu, jumlahnya meningkat 480 ribu lebih. Untuk menguranginya, Menteri Sosial, Salim Segaf Al Jufri mengajak semua pihak ramai-ramai ‘mengeroyok’ kemiskinan. Tak cukup pemerintah berbuat, semua pihak diharapkan ikut turun tangan.



“Mari kita ramai-ramai mengeroyok kemiskinan dengan banyak program. Semua pihak harus ikut. Kemiskinan di Indonesia masih tinggi,” ujar Salim Segaf Al Jufri saat bersilaturrahmi ke Harian Singgalang, Selasa (22/4).

Kedatangan Mensos bersama beberapa staf dari Kementerian Sosial disambut Redaktur Pelaksana Harian Singgalang, Sawir Pribadi. Menteri juga didampingi Staf Ahli Gubernur Bidang Kesejahteraan dan SDM, Rahmat Syahni dan Kepala Dinas Sosial Sumbar, Abdul Gafar.

Salim mengakui masalah sosial di Indonesia masih jauh dari selesai disiati. Jumlah masyarakat miskin masih banyak. Pada 2013 jumlahnya semakin meningkat karena keputusan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Seperti bola salju, dampak dari tingginya kemiskinan itu tak terelakkan. Semakin banyak pengemis di persimpangan jalan semua daerah di Indonesia dan banyaknya aksi kriminal menjadi bukti paling kasat mata.


Salim mengatakan Kementerian Sosial saat ini berjuang untuk menyelesaikan masalah itu. Ada beberapa program yang difokuskan sebagai unggulan. Satu di antaranya program Keluarga Harapan. Tahun ini ada sebanyak 3,2 juta rumah tangga sangat miskin yang akan dibantu melalui program tersebut.

“Bukan kita (Indonesia, red) saja yang menjalankan program ini. 40 negara di dunia juga menjalankannya. Sejauh ini di beberapa negara, program ini terbukti efektif menurunkan angka kemiskinan,” ujarnya.

Jenis program ini pertama dijalankan Brazil pada 2003. Di negara itu program ini bernama “Bursa Familia”. Berkat program itu, setelah sembilan tahun, tingkat kemiskinannya turun sampai 34,4 persen dari total angka kemiskinan yang sebelumnya berjumlah 40 juta orang.

“Tahun ini Indonesia memulai program itu. Semoga juga berhasil seperti di Brazil,” ujarnya.
Bukan hanya di Kementerian Sosial, pemerintah pusat, kata dia, juga mengeroyok kemiskinan melalui 12 kementerian lainnya. Ada Kementerian Pendidikan hingga Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Pengeroyokan kemiskinan dengan beberapa program pemberdayaan itu diharapkan sukses menekan angka kemiskinan.

Namun, kata dia, tetap saja, itu tak cukup. Tingkat kemiskinan seolah jamur yang tak selesai-selesai ditumpas. Terus tumbuh. Butuh berbagai lembaga untuk ikut mengentaskannya.

“Ayo keroyok ramai-ramai, pihak swasta, LSM dan individu yang mampu juga ikut entaskan kemiskinan,” ujarnya.

Menurut Salim, program kemiskinan yang dilakukan pemerintah pusat sebenarnya adalah pemancing agar pihak lain ikut berkontribusi. Jika hanya mengandalkan anggaran pemerintah tak akan cukup. Misalnya program bedah rumah miskin dengan anggaran Rp10 juta per rumah adalah untuk memancing pihak lain untuk ikut membantu pembangunan rumah-rumah itu agar benar-benar bisa layak huni.

Sayangnya, tak semua pihak mau berkontribusi. Misalnya sudah ada program CSR agar pihak swasta mau membantu mengentaskan masalah sosial. Namun, tetap saja ada yang enggan untuk total melakukannya.

Bahkan, pemerintah daerah pun terkesan enggan total mengentaskan kemiskinan. Salah satu bukti nyata, ada daerah yang masih memiliki masyarakat kekurangan pangan. Padahal melalui jaringan beras nasional, kepala daerah bisa menggelontorkan bantuan beras pada daerah itu. Ada pula pemerintah daerah yang lepas tangan untuk pembinaan panti sosial.

“Untuk urusan sosial saja kepala daerah banyak lepas tangan. Coba kalau soal proyek pembangunan, semua berebutan. Pola pikir ini yang harus diubah. Kita harus sama-sama total untuk memberantas kemiskinan,” ujarnya.

Redaktur Pelaksana Harian Singgalang, Sawir Pribadi membenarkan di daerah upaya pemberantasan kemiskinan terkesan masih setenga-setengah. Di Sumbar, kata Sawir, potret kemiskinan terlihat jelas. Jumlah pengemis di persimpangan jalan semakin banyak saja. Kapasitas penjara berlebih sebagai bukti kemiskinan semakin parah.

“Di Minang ini ada pameo : dari pada bertengkar dengan perut, lebih baik mendekam di penjara. Masyarakat miskin ada yang nekat memilih jalan pintas berlaku kriminal daripada kelaparan,” ujar dia.

Sawir menyayangkan beberapa program pengentasan masalah sosial terkesan tak lagi berjalan. Misalnya seperti rumah singgah, sekarang tak lagi.

Menanggapi komentar Sawir, Salim berpendapat, upaya pengentasan masalah sosial memang jauh dari selesai. “Kami harap pemerintah daerah memaksimalkan otonomi daerah demi menggentaskan kemiskinan. Jangan cuma harap dari pusat. Ajak pula pihak swasta ikut serta,” ujarnya. (*)

Harian Singgalang, 23 April 2014

Waktunya Partai Islam Jawab Tantangan 'Bung Karno'


DEPOK - Partai-partai Islam dan berbasis massa Islam dinilai berada dalam momentum tepat untuk meraih tampuk kekuasaan politik di pemerintahan, baik eksekutif maupun legislatif.

Pengamat politik Islam Universitas Indonesia, Dr. Abdul Muta'ali menegaskan, saat ini merupakan momentum yang sangat tepat untuk mengejawantahkan politik Islam yang harmonis dan akomodatif.

"Setelah dunia tidak mendapatkan jawabannya dari politik Islam di Mesir atas kemenangan Partai Ikhwanul Muslimin (IM), saatnya Indonesia menunjukkan politik Islam yang rahmatan lil a'lamin," tutur Abdul Muta'ali saat dihubungi Republika, Senin malam (21/4), melalui layanan pesan singkat (sms).

Sejatinya, ujar Abdul Muta'ali, partai-partai politik Islam di Indonesia telah memperoleh suara sangat signifikan dalam pemilihan umum (pemilu) legislatif pada April 2014 lalu.

Abdul Muta'ali menjelaskan, sudah sepatutnya dan sewajarnya parpol-parpol Islam itu sanggup membangun identitas politiknya dengan cara berkoalisi. Apalagi jika perolehan suara mereka digabung, perolehannya tembus di angka 31%.

Dalam dialog antara Soekarno dan Muhammat Natsir, lanjut Abdul Muta'ali, Soekarno pernah menyatakan: "Kalian boleh mayoritas dalam jumlah, namun kalian tidak akan pernah sanggup melawanku secara politik di Parlemen".

Seharusnya, jelas Abdul Muta'ali, ucapan Soekarno itu menjadi tantangan yang harus dijawab parpol-parpol Islam saat ini. Namun sangat disayangkan, sikap sektarianisme dan tribalisme sulit dihilangkan dari kubu parpol-parpol Islam ini.

"Pemilu legislatif 2014 ini jelas merupakan aspirasi suara 'pulang kampung' untuk Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Joko Widodo. Pasalnya, 'Jokowi Effect' terbukti tidak ngefek," tegas Abdul Muta'ali yang juga Direktur Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam (PKTTI) UI.

Mengapa hal itu terjadi? Karena pada saat yang bersamaan, terang Abdul Muta'ali, masyarakat Muslim Indonesia sudah mengendus perihal Partai Banteng yang sedang menghipnotis mereka.

Jadi, ujar Abdul Muta'ali, hasil pemilu legislatif 2014 menunjukkan masyarakat muslim Indonesia sudah tidak mau dikibuli lagi setelah kasus Solo dan Jakarta. [ROL]

Terima Kasih atas "Suara Cinta" Untuk Partai Dakwah | Ketua DPP PKS Wilda Sumatera



PEKANBARU - Dalam bincang santai pksmarpoyan.org bersama Drs. H. Chairul Anwar, Apt, Ketua DPP PKS Wilayah Sumatera menyampaikan bahwa PKS merasa berbesar hati dan bersyukur setelah melihat hasil perolehan suara dan kursi usai Pileg 2014 di Riau.

Hal itu disampaikannya kepada pksmarpoyan.org Selasa pagi, (22/04/14), "Alhamdulillah, suara PKS di Riau ini grafiknya ada yang bertahan, ada yang naik, ada juga yang turun, inilah dinamika pemilu, kita syukuri semuanya," katanya.

Selanjutnya beliau menggaris bawahi pula, "Setelah melihat hasil ini (pleno KPUD di beberapa kab./kota di Riau) kita semakin percaya bahwa suara PKS adalah murni suara cinta dari masyarakat Riau untuk partai dakwah ini. Ini adalah hasil dari kerja kader dan relawan PKS yang bergerak bersama-sama," kata ustadz yang diprediksi lolos ke DPR RI ini.

Beliau menegaskan bahwa PKS di akar rumput telah berupaya bergaul dan bersosialisasi ke seluruh lapisan masyarakat sejak pemilu sebelumnya, baik melalui pendekatan dakwah maupun aksi sosial, yang merupakan inspirasi bagi semua kader PKS dengan slogan, "Apapun Yang Terjadi, Kami Tetap Melayani."

Karena itu Chairul Anwar, selaku Ketua DPP PKS dan anggota Majelis Syura PKS menyampaikan tiga hal, pertama, ucapan Terimakasih dari DPP PKS, dan memberikan apresiasi kepada seluruh kader dan relawan PKS di Riau atas usahanya memenangkan PKS di tengah dugaan derasnya money politic selama berlangsungnya pemilu legislatif 2014 kemarin.

Kedua, Terus bekerja melayani umat dan bangsa, diawali dengan kembali melakukan  Konsolidasi pasca pemilu legislatif ini, dan bersiap melanjutkan perjuangan memenangkan pemilu-pemilu berikutnya. Yang terdekat tentunya Pilpres dan Pilkada di beberapa kabupaten/kota.

Ketiga, senantiasa menggantungkan harapan kepada Allah SWT agar dimudahkan dan diberikan jalan menuju kemenangan itu. "Harapan kita mudah-mudahan berikutnya di Pileg 2019 mendatang menjadi Era-nya PKS," kata Chairul dengan senyum optimisnya. [adn/pksmarpoyan]

KIPRAH KADER

KABAR DUNIA ISLAM

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | PKS PIYUNGAN
Copyright © 2011. PKS Kota Padang Panjang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger