Twitter Land

Latest Post

Fraksi PKS DPR RI Dengar Masukan Ulama Tentang Konten Tayangan Televisi

Written By Admin Admin on Wednesday, February 10, 2016 | 15:46

Fraksi PKS menerima kunjungan Forum Ulama Indonesia Peduli Penyiaran (FUIPP), Selasa (9/2/2016). (fraksipks.or.id)
Fraksi PKS menerima kunjungan Forum Ulama Indonesia Peduli Penyiaran (FUIPP), Selasa (9/2/2016). (fraksipks.or.id)
JAKARTA -  Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini, Selasa (9/2/2016) menyambut sekaligus mendengar masukan dari Forum Ulama Indonesia Peduli Penyiaran (FUIPP) di Ruang Pimpinan Fraksi. Dalam kesempatan tersebut, Jazuli didampingi oleh dua orang Anggota Komisi VIII DPR RI, Fikri Faqih dan Iqbal Romzy, serta Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq.

“Fraksi PKS mengucapkan terima kasih atas masukan dari para ulama sekalian yang hadir. Salah satu misi kami adalah PKS hadir untuk menjaga moralitas Bangsa Indonesia. Sehingga, apa yang antum sekalian sampaikan, menjadi komitmen kami dalam memperjuangkan di parlemen,”  tutur Jazuli.

Diketahui, para ulama yang hadir dalam audiensi ini menyampaikan keluh-kesahnya terhadap tayangan televisi di Indonesia yang seringkali menyudutkan umat Islam. Beberapa di antaranya ialah adanya tayangan berkonten pornografi, LGBT, serta kejahatan seksual yang disampaikan melalui layar televisi.

Menanggapi keluhan ini, Mahfudz Siddiq mengakui saat ini Komisi I DPR RI sedang menyusun Revisi UU Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002. Salah satu masukan dari Fraksi PKS terhadap revisi UU tersebut adalah akan ada peraturan televisi dan radio tidak boleh mempromosikan perilaku LGBT.

“Saya ingin sampaikan, di Filipina mayoritas beragama kristen. Ternyata, UU Penyiarannya sudah mengatur tidak boleh mempromosikan LGBT. Bahkan di Rusia yang terkenal atheis, sudah punya UU yang melarang LGBT. Kita belum punya UU, paling tidak bagaimana agar tidak ada promosi LGBT di televisi,” jelas Legislator PKS dari dapil Jawa Barat VIII ini.

Atas dasar itu, Anggota Komisi VIII Fikri Faqih berharap Kementerian Pemberdayaan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA) dan Kementerian Agama dapat lebih optimal dalam meningkatkan nilai ketakwaan di dalam keluarga, khususnya anak-anak, agar dapat lebih bijak menyimak tayangan televisi.

“Saya harap forum ulama ini juga membuat surat khusus ke Komisi VIII. Agar saat rapat, kami dapat membahasnya kepada mitra kami, yaitu Menteri Agama dan Menteri PPPA,” jelas Legislator PKS dari Dapil Jateng IX ini. (sbb/dakwatuna)

PKS Minta Pemerintah Bersikap Arif dalam Tetapkan Harga BBM

Written By Admin Admin on Friday, February 5, 2016 | 16:39


Fraksi PKS Minta Pemerintah Bersikap Arif dalam Tetapkan Harga BBM
 
Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini minta pemerintah perlu bersikap arif dalam menetapkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Sikap arif pemerintah tersebut dapat tercermin saat menaikkan harga, memberikan kompensasi bagi rakyat, serta menyeimbangkan subsidi dengan kemandirian ekonomi.

“Memberi subsidi terlalu besar, menjadi beban negara. Menghilangkan sama sekali, bukan sikap yang arif dan bijaksana. Pengurangan subsidi harus diimbangi kemandirian ekonomi, dan itu terukur. Bukan hanya dengan memberikan bantuan tunai,” papar Jazuli saat memberikan keynote speech dalam Focus Group Discussion "Fenomena Kejatuhan Harga Minyak Dunia; Menyingkap Harga BBM Pro Rakyat", di Ruang Pleno Fraksi PKS DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/2).

Legislator PKS dari Dapil Banten III ini mengakui sulit bagi pemerintah, khususnya Pertamina, untuk segera menurunkan harga minyak di tengah harga dunia yang sedang menurun. Tapi, setidaknya, tambah Jazuli, PKS mendorong pemerintah agar mencari perhitungan yang tepat agar keuangan pemerintah tidak defisit, dan beban rakyat tidak semakin berat.

“Kalau harga minyak dunia turun, wajar harga BBM kita turun. Pasti ESDM pun bicara bahwa harga minyak dunia ini fluktuatif. Memang tidak mungkin, jika saat ini harga minyak dunia turun, langsung hari ini juga kita turunkan harga BBM," ungkap Jazuli.

FGD ini menghadirkan beberapa pemapar, seperti Enny Sri Hartati (INDEF), Wiraatmaja Puja (Dirjen Migas Kementerian ESDM), dan Wianda Pusponegoro (Vice President Corporate Communication). Selain itu, dalam FGD ini pula, Fraksi PKS DPR RI secara khusus menyerahkan hasil riset Bidang Industri dan Pembangunan (Inbang) tentang Perhitungan Harga Keekonomian BBM kepada Dirjen Migas Kementerian ESDM. (pksmedan.com)

Ketua Majelis Syuro PKS: Seorang Pemimpin adalah Pelayan

Written By Admin Admin on Monday, February 1, 2016 | 17:18


Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Habib Salim Segaf Al-Jufrie menegaskan jatidiri kader PKS yang harus senantiasa berkhidmat untuk umat. Bahkan dalam posisi sebagai pemimpin pun adalah dalam rangka berkhidmat.

"Rasulullah berpesan pemimpin sejati adalah yang sanggup melayani rakyatnya," tandasnya saat memberikan sambutan di Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PKS Jawa Tengah (Jateng) di Hotel Grasia Semarang, Minggu (31/1/2016).

Menurutnya seorang pemimpin harus mampu melihat dan merasakan kesulitan rakyat yang dipimpinnya. Dengan demikian hatinya akan terpanggil untuk senantiasa melayani dan menyelamatkan rakyat dari jurang keterpurukan.

"Seorang pemimpin yang baik akan menjadikan dirinya teladan bagi siapa pun untuk melakukan hal yang sama, yaitu melayani kebutuhan rakyat," terangnya.

Selain berkhidmat, Habib Salim juga menekankan pentingnya harmoni ditengah umat. Ia menghimbau kepada seluruh kader PKS untuk menjaga adab dan akhlak ditengah masyarakat. "Jangan sampai masyarakat takut dan memandang curiga kiprah dan karya PKS. Perlu kita tegaskan kepada masyarakat bahwa PKS bukan ancaman bagi mereka," tandasnya. (pks.or.id)

FPKS: Menpan-RB Harus Segera Angkat Tenaga Honorer K-2 menjadi CPNS

Written By Admin Admin on Saturday, January 30, 2016 | 16:46

 
JAKARTA – Anggota Komisi II DPR RI Sa’duddin mendesak Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Yuddy Chrisnandi untuk segera mengangkat Tenaga Honorer Kategori 2 (THK 2) menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

“Pasalnya, berdasarkan hasil Rapat Kerja Komisi II DPR RI dengan Kemenpan-RB, Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan Komite Aparatur Sipil Negara (KASN) per tanggal 15 September 2015, disepakati bahwa THK II yang berjumlah 439.956 orang harus segera diangkat secara bertahap menjadi CPNS, mulai tahun 2016 hingga 2019," jelas Sa’duddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (27/1).

Namun demikian, pada tanggal 20 Januari 2016, melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II, tiba-tiba Menpan-RB Yudi Chrisnandi menyatakan tidak bisa mengangkat THK 2 menjadi CPNS.

“Alasan Kemenpan-RB mengambil langkah tersebut adalah karena masalah anggaran dan juga UU ASN,” jelas Legislator PKS yang pernah menjabat bupati di Kabupaten Bekasi periode 2007-2012 ini.

Oleh karena itu, Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini sedang menyiapkan surat resmi yang ditujukan kepada Menpan-RB Yudy Chrisnandi untuk segera mengangkat THK 2 ini menjadi CPNS.

“Ini harus disampaikan kepada Menpan, baik lewat Raker Komisi II, maupun lewat surat secara khusus atas nama resmi dari Fraksi PKS berdasarkan laporan yang diterima,” ujar Jazuli pasca menerima aduan dari enam orang perwakilan THK 2 Kota Serang di Ruang Pleno, Selasa (26/1).

Sumber: pks.or.id

Selisih Suara Terlalu Besar, Gugatan MK-FB Kandas di Mahkamah Konstitusi

Written By Admin Admin on Friday, January 22, 2016 | 15:10



JAKARTA – Mahkamah Konstitusi menolak gugatan yang diajukan Calon Gubernur Sumbar, Muslim Kasim dan Fauzi Bahar dalam sidang dengan agenda putusan dismisal, Jumat (22/1).

Majelis hakim konstitusi yang diketuai Arief Hidayat menyatakan, gugatan tersebuk tak dapat diterima, karena selisih suara dengan kompetitornya Irwan Prayitno-Nasrul Abit lebih dari 1,5 persen sesuai yang disyaratkan Pasal Pasal 158 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang pemilihan gubernur, walikota dan bupati.

Sementara selisih suara kedua pasangan mencapai 19,6 persen.

“Alhamdulillah, hakim nyatakan gugatan tak dapat diterima,” ujar Syaiful, kuasa hukum IP-NA. (hariansiggalang)

Rakornas Tegaskan PKS Tetap di KMP

Written By Admin Admin on Thursday, January 14, 2016 | 17:03

Presiden PKS Muhammad Sohibul Iman bersama Prabowo Subianto di Rakornas PKS
Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) baru saja menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2016 di Hotel Bumi Wiyata Depok, Jawa Barat, Selasa (12/1/2016) hingga Rabu (13/1/2016).

Salah satu poin penting dalam Rakornas PKS 2016 adalah komitmen PKS untuk tetap di Koalisi Merah Putih (KMP). Menurut Sohibul, PKS berkomitmen hadir sebagai penjaga dan memastikan check and balance dalam kehidupan bernegara.

“PKS tidak akan menjadi pihak yang pertama melepaskan diri dari Koalisi Merah Putih. Walau nanti hanya dua partai, bersama Gerindra,” terangnya.

Sohibul juga menegaskan bahwa sekarang jumlah bukan lagi sebagai acuan. Menurutnya kualitas masukan dan legislasi yang akan dinilai masyarakat.

“Kami di PKS meyakini bahwa jumlah di KMP yang semakin sedikit ini bukanlah masalah. Kami percaya kualitas dan komitmen mengingatkan pemerintah akan tugasnya menyejahterakan rakyatlah yang paling penting,” jelasnya.

Keterangan Foto: Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman

Sumber: pks.or.id

MUI: Selama ini Ada Pembusukan Soal PKS Itu Anti-Maulid

Written By Admin Admin on Friday, January 8, 2016 | 17:34

Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Tengku Zulkarnain saat memberikan sambutan dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Markas Dakwah PKS, Jl. TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (7/1/2016). (IST)
JAKARTA - Sejumlah tokoh umat Islam menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW di Markas Dakwah Pusat PKS. Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Tengku Zulkarnain mengapresiasi PKS menggelar maulid.

"Hari ini saya bahagia dengan PKS yang mengadakan maulid. Selama ini ada pembusukan terhadap PKS bahwa PKS itu antimaulid," ujar Tengku dalam sambutan maulid di Markas Dakwah DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta, Kamis (7/1).

Tengku mengatakan, penyakit besar umat Islam saat ini adalah mudah terpecah belah. Umat Islam, menurutnya, semakin hari semakin terpinggirkan. Selain itu, Tengku juga berharap PKS sebagai partai Islam untuk terus memperjuangkan kepentingan umat Islam. Problem umat saat ini makin berat.

Dia mencontohkan, sulitnya memperjuangkan perundangan-undangan yang berpihak kepada moralitas bangsa. “UU pronografi, misalnya, butuh 11 tahun untuk direalisasaikan. Lalu, tentang sulitnya mengesahkan rancangan undang-undang perbankan syariah,” katanya.

Ia menjelaskan tentang bukan keberpihakan terhadap agama tertentu, tapi tentang keadilan di negeri. Anak yang beragama Kristen yang tinggal di Aceh berhak mendapatkan pendidikan agama dari gurunya yang Kristen. Anak yang beragama Hindu  di Riau berhak mendapat pelajaran agama Hindu dari guru yang beragam Hindu.

“Kita tentu berharap pada politikus PKS yang ada di DPR semoga bisa memperjuangkan Islam di sana," ujarnya.

Jajaran pimpinan pusat PKS yang mengikuti Maulid Nabi Muhammad SAW, antara lain, Ketua Majelis Syuro Habib Salim Segaf Al Jufrie, Wakil Ketua MS Hidayat Nur Wahid, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Ketua MPP Suharna Surapranata, Ketua Dewan Syariah Pusat PKS Surahman Hidayat, dan Ketua FPKS Jazuli Juwaini.

Turut hadir juga sejumlah tokoh umat Islam, antara lain, KH Ahmad Sadeli Karim (Mathlaul Anwar), KH Abdul Rasyid Abdulloh Syafi'i (As-Syafi'iyyah), Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf (pimpinan Ma'had Atstsaqofiyah), KH M Nazar Haris (PB PUI), dan KH Achmad Satori Ismail (IKADI).

Selain itu, KH Ahmad Shabri Lubis (FPI), KH Tengku Zulkarnain (MUI), Ustadz Adnin Armas (MIUMI), Adung Abdul Rahman (GP ANSHOR), dan KH Bahtiar (Al Irsyad Al Islamiyah). Hadir juga perwakilan dari ormas Islam, seperti DDII, ICMI, PARMUSI, Jam'iyyah Al Washliyah, dan Al Ittihadiyah. (Republika)

PKS akan Gelar Maulid Nabi Bersama Majelis Rasulullah

Written By Admin Admin on Wednesday, January 6, 2016 | 13:08

Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al Jufrie
pkspadangpanjang.org, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan menggelar maulid Nabi Muhammad SAW, di Kantor DPP PKS, Kamis (7/1/2016). Penyelenggaraan digelar bersama Majelis Rasulullah, komunitas cinta Rasulullah terbesar di Ibukota.

Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al Jufrie mengatakan bulan Rabiul Awwal yang populer disebut bulan maulid oleh umat Islam Indonesia adalah bulan ekspresi kecintaan kaum Muslimin kepada baginda Rasulullah SAW.

"Baik diperingati atau tidak diperingati kelahirannya, umat Islam wajib mencintai Rasulullah SAW. Nah, penyelenggarakan acara maulid  harus menguatkan cinta kita kepada baginda Rasulullah SAW," ujar Habib Salim  di kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Selasa (5/1/2016).

Ketua Bidang Pengembangan Umat (BPU) DPP PKS Hilman Rosyad menambahkan, bukti kecintaan kepada Nabi Muhammad SAw bisa dilakukan dengan empat cara, yaitu  mengimani ajarannya, mengikuti sunahnya, mendakwahkan ajarannya, dan memperbanyak shalawat.

"Mempelajari sejarahnya, mengikuti sunnah keteladannya, dan selalu menyebut namanya dengan shalawat adalah bukti kecintaan kita kepada Rasulullah SAW. Maulid Nabi ini adalah salah satu medium itu semua," tambah Hilman.

Hilman mengungkapkan, penyelenggaraan Maulid Nabi bertema "Meneladani Nabi, Membangun Negeri" akan digelar di Kantor DPP PKS pada Kamis, 7 Januari 2016 mendatang. PKS bekerjasama dengan Majelis Rasulullah dan mengundang lebih dari 50 ulama dan habaib se-Jabodetabek.

Sejumlah ormas Islam yang akan hadir di antaranya Persatuan Umat Islam (PUI), Dewan Dakwah, Mathlaul Anwar, IKADI dan ICMI.

Sementara dari PKS, Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) yang terdiri dari Ketua Majelis Syuro Habib Salim Segaf Al Jufrie, Wakil Ketua Majelis Syuro Hidayat Nurwahid, Ketua Dewan Syariah Surahman Hidayat, Ketua MPP Suharna Surapranata, Presiden PKS Sohibul Iman dan Sekjen Taufik Ridho akan hadir. Seluruh anggota FPKS di DPR-RI juga dijadwalkan hadir selain pengurus DPP dan DSP PKS.

"Melalui Maulid ini kami juga ingin menguatkan semangat persatuan umat Islam. Kalau dengan Maulid perbedaan-perbedaan di tubuh umat Islam bisa dihindari, kenapa tidak," jelas Hilman.
Sumber: pks.id

Selenggarakan Maulid, PKS: Maulid, Salah Satu Sarana Cintai Nabi


JAKARTA - DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan menggelar peringatan acara Maulid Nabi Muhammad SAW di kantor DPP PKS, Jakarta, pada Kamis besok. Untuk partai dakwah ini, Maulid Nabi merupakan sarana menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Ketua Bidang Pengembangan Umat (BPU) DPP PKS Hilman Rosyad menambahkan, bukti kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW bisa dilakukan dengan empat cara, yaitu  mengimani ajarannya, mengikuti sunahnya, mendakwahkan ajarannya, dan memperbanyak shalawat.

"Mempelajari sejarahnya, mengikuti sunah keteladanannya, dan selalu menyebut namanya dengan shalawat adalah bukti kecintaan kita kepada Rasulullah SAW. Maulid Nabi ini adalah salah satu medium itu semua," ujar Hilman lewat siaran pers kepada Republika.

Hilman mengungkapkan, penyelenggaraan Maulid Nabi akan bertema "Meneladani Nabi, Membangun Negeri". PKS yang turut bekerja sama dengan Majelis Rasulullah dan mengundang lebih dari 50 ulama dan habaib se-Jabodetabek.

Sejumlah ormas Islam yang akan hadir, di antaranya Persatuan Umat Islam (PUI), Dewan Dakwah, Mathlaul Anwar, IKADI, dan ICMI. (Republika)

PKS Ajak Kader-kader Luar Negeri Bangun Reputasi Partai

Written By Admin Admin on Wednesday, December 30, 2015 | 15:54



Ketua Bidang Humas DPP PKS Dedi Supriadi pada jeda Rapat Kerja Badan Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri (BPPLN) DPP PKS di Jakarta, Rabu (30/12/2015).

JAKARTA (30/12) – Ketua Bidang Humas DPP PKS Dedi Supriadi meminta kader-kader luar negeri PKS turut serta membangun reputasi partai. Dedi meyakini banyak kerja kader di luar negeri yang betul-betul berkhidmat untuk rakyat dan patut diinformasikan secara luas.

“Target-target besar tidak mungkin tercapai tanpa kerja di lapangan. Namun, kerja-kerja yang baik itu perlu teramplifikasi ke media, baik mainstream maupun sosial,” kata Dedi pada jeda Rapat Kerja Badan Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri (BPPLN) DPP PKS di Jakarta, Rabu (30/12/2015).

Dedi mengapresiasi kerja-kerja yang telah dilakukan kader-kader PKS di luar negeri. Sebagai contoh, katanya, pendirian Posko PKS pada musim haji yang terbukti sangat membantu pemenuhan kebutuhan para jamaah haji.

“Apa yang sudah dilakukan PIP Arab Saudi ini bagus. Beritanya juga ramai di media massa maupun media sosial. Tidak perlu khawatir dengan munculnya pemberitaan negatif. Justru, di balik kecaman-kecaman itu, banyak pula yang berpikir rasional dan mengakui kerja para kader,” ujarnya.

Menurut pria yang belasan tahun menekuni bidang kehumasan ini, berbagai gagasan dan kebijakan struktur di luar negeri akan dikelola dan dipublikasikan oleh Tim Humas DPP PKS. Ia pun mendorong Pusat Informasi dan Pelayanan (PIP) PKS di masing-masing negara perwakilan, untuk mengelola website resmi dan akun media sosial.

“Saat ini yang terlihat aktif di media sosial akun PIP Arab Saudi. Dulu PIP Jerman dan Jepang juga aktif, semoga kita bisa nyambung lagi, terutama akun twitter. Untuk website, kalau sanggup mengelola secara struktural, silakan dibuat dulu, nanti akan kami berikan domain resmi,” jelasnya.

Dedi menegaskan pentingnya publikasi aktivitas kepartaian di luar negeri, tidak sebatas diketahui para kader. Tetapi juga bisa mengangkat reputasi partai secara luas di mata publik.

“Saat ini Tim Humas PKS mengelola berbagai komunitas relawan, mulai dari foto, video, desain grafis, dan literasi. Kami optimistis dengan partisipasi banyak relawan, aktivitas rekan-rekan di luar negeri akan dikemas lebih variatif hingga sampai ke publik. Silakan angkat keunggulan PIP masing-masing. Kami senang dan tidak sabar menjalin kerja sama berikutnya,” tutup Dedi.

Sumber: pks.id

KIPRAH KADER

KABAR DUNIA ISLAM

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | PKS PIYUNGAN
Copyright © 2011. PKS Kota Padang Panjang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger